memantau pekembangan si “perhiasan”

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya ” anak Korona” yang menceritakan kondisi tumbuh kembang anak saya “Hilya”. Setelah mendapatkan terapi secara rutin di RS Permata Depok, Hilya sudah menunjukan perkembangan yang cukup baik. Tidak cepat tapi berprogres. Yang tadinya takut dengan orang orang, sekarang sudah mulai berani berinteraksi. Yang tadinya memiliki kosakata yang sedikit sehingga agak kesulitan dalam berbicara, sekarang sudahmulai banyak kosakata yang diucapkan.

Oleh karenanya, di usia 5 tahun ini, kami sepakat untuk memasukkan Hilya ke TK, agar semakin terbiasa untuk berinteraksi dengan teman- teman seusianya.

Minggu pertama sekolah, Hilya masih menangis. Dia tidak mau ditinggalkan sama bundanya.  Kegiatan pembelajaranpun hanya diikuti hilya sekedarnya saja. interaksi dengan teman masih kurang bagus. Seringkali dia hanya melihat aja aktivitas teman-temannya di kelas seraya duduk dipojokan. Tapi tidak apa-apa, kami selalu berharap dan berdoa agar hilya bisa terus berprogres perkembangan sosioemosiaonalnya.

Minggu kedua sekolah, alhamdulilah hilya sudah menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Kalau di antar cukup sampai ke gerbang sekolah setelah itu dadah sama bundanya. Di kelaspun, kami mendapat laporan bahwa hilya sudah mulai mau berinteraksi dengan teman-temannya, sudah mulai ikut berinteraksi dan melaksanakan aktivitas kelas bersama teman-temannya, ya walaupun pr interaksi dengan temannya masih belum begitu bagus, tapi paling tidak dia sudah menunjukan perkembangan dalam orientasi pembelajarannya di kelas, serta mau mengikuti aktivitas yang disampaikan oleh gurunya.

Semoga semakin hari Hilya semakin cepat perkembangannya dan menunjukan peningkatan dalam hubungan sosial serta kognitif psikomotornya.

 

24/7/24 ” Ayah”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *